JT – Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menegaskan bahwa pemasangan pagar laut dari bambu sepanjang 1,5 kilometer di perairan Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara, tidak melalui konsultasi atau koordinasi dengan pihak manapun, termasuk DPRD.
"Seharusnya tidak boleh ada kegiatan atau kebijakan yang menyangkut kepentingan orang banyak tanpa melakukan rapat konsultasi serta koordinasi dengan DPRD," ujar Rio di Jakarta, Jumat (17/1).
Baca juga : Polisi Tunggu Konfirmasi Alex Marwata Terkait Dugaan Tindak Pidana
Ia meminta agar permasalahan tersebut segera ditindaklanjuti untuk mencegah polemik lebih lanjut.
Menurut Rio, pihaknya akan meninjau langsung lokasi pagar laut, berdialog dengan para nelayan, serta memeriksa pihak-pihak yang terlibat, terutama pengembang terkait proyek reklamasi.
"Segera tindak lanjuti temuan warga ini dengan memeriksa pihak-pihak terkait khususnya para pengembang di proyek reklamasi C ini," kata Rio.
Baca juga : Pemkot Jakarta Barat Tanam 700 Pohon Pelindung untuk Kurangi Polusi Udara
Keluhan juga datang dari para nelayan setempat. Udin, salah seorang nelayan Kamal Muara, menyatakan bahwa pagar laut tersebut mengganggu aktivitas pencarian ikan dan udang.
“Pagar laut yang terbentang ini mengganggu aktivitas dan meresahkan,” ujar Udin, Rabu (15/1).
Bagikan