JAKARTATERKINI.ID - Pengamat politik Ujang Komaruddin memperingatkan bahwa wacana penyetopan bantuan sosial selama tahap Pemilu 2024 dapat berpotensi merugikan masyarakat Indonesia.
“Jangan mengorbankan rakyat. Ketika rakyat membutuhkan bantuan sosial, itu harus dijalankan dan dieksekusi,” katanya dalam pernyataan tertulis di Jakarta, Rabu.
Baca juga : Bamus Betawi 1982 Usulkan Lima Kandidat Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta untuk Pilkada 202
Ujang menanggapi pernyataan TPN Ganjar-Mahud dan calon wakil presiden nomor urut 1, Muhaimin Iskandar, yang menyatakan penyaluran bantuan sosial sebaiknya dihentikan menjelang pemilu.
Menurut Ujang, bansos rutin disalurkan setiap tahun oleh pemerintah dan tidak terkait dengan pemilu.
“Bansos terjadi setiap tahun. Oleh karena itu, jika dilihat secara objektif, bansos sangat dibutuhkan oleh masyarakat miskin, terutama yang masih terdampak pandemi,” ungkapnya.
Baca juga : TKN Tepis Narasi Program Makan Siang Baru Terlaksana pada Tahun 2029
Dia menekankan bahwa menghentikan penyaluran bansos seperti yang diusulkan oleh TPN Ganjar-Mahfud dan Cak Imin hanya akan meningkatkan penderitaan masyarakat miskin.
Menurut Ujang, tidak adil jika masyarakat yang biasanya mendapatkan bantuan bahan pangan setiap tahun tiba-tiba kehilangan bantuan hanya karena pertimbangan politik.
Bagikan