JAKARTATERKINI.ID - Peneliti dari Pusat Kedokteran Herbal Universitas Gadjah Mada (UGM), Arko Jatmiko Wicaksono, telah mengembangkan sebuah aplikasi skrining doping untuk mencegah para atlet dari mengonsumsi produk obat atau suplemen yang mengandung senyawa doping tanpa disadari.
"Kami ingin para atlet terhindar dari kejadian tidak disengaja mengonsumsi doping," ungkap Arko Jatmiko dalam pernyataannya di Yogyakarta.
Baca juga : KONI Pusat Gelar Rapat Evaluasi PON XXI Aceh-Sumut, Siapkan Acuan untuk PON XXII NTB-NTT
Arko, yang juga merupakan dosen di Departemen Farmakologi dan Terapi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM, mencatat bahwa ada lebih dari 2.500 produk obat dan suplemen kesehatan yang terdaftar di BPOM dan diduga mengandung senyawa doping.
"Di samping itu, masih ada suplemen yang tidak terdaftar di BPOM yang beredar luas dan dapat dengan mudah dibeli secara online," tambahnya.
Dia menjelaskan bahwa doping adalah zat yang digunakan untuk meningkatkan daya atau kekuatan.
Baca juga : Jawa Timur Sabet Gelar Juara Umum Muaythai di PON Aceh-Sumut 2024
Menurut Arko, senyawa doping dapat ditemukan dalam berbagai bentuk, termasuk obat, suplemen, hormon, dan sebagainya.
"Banyak atlet kehilangan gelar juara mereka karena terbukti mengonsumsi doping," jelas Arko.
Bagikan