JAKARTATERKINI.ID - Pemasangan Video Assistant Referee (VAR) terlambat disebabkan oleh kurangnya ketersediaan wasit, ungkap Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Erick Thohir.
Menurutnya, keterlambatan ini terjadi karena SDM yang diperlukan untuk implementasi VAR masih kurang, meskipun telah ada pelatihan sebanyak 3-4 kali.
Baca juga : Jakarta Martial Arts Extravaganza 2025 Siap Digelar, Usung Konsep Sport Tourism dan Green Sports
"Efeknya, implementasi VAR sempat tertunda karena masalah SDM. Namun, kami yakin akan menemukan SDM yang sesuai. Membangun SDM memerlukan waktu, namun liga pasti akan menerapkannya dalam musim ini," tambahnya.
Erick menyarankan untuk menanyakan mengenai implementasi VAR kepada PT Liga Indonesia Baru (PT LIB), yang memiliki kewenangan dalam menjalankan uji coba VAR.
Pada tahap ketiga uji coba VAR yang diadakan oleh PT LIB dan PSSI, delapan kamera dipasang di berbagai titik lapangan. Uji coba ini melibatkan klub Sekolah Sepak Bola (SSB) lokal.
Baca juga : Enam Tim AOV Terbaik Indonesia Berlaga di Turnamen ASL 2024 Spring
Dalam uji coba tersebut, wasit dan asisten wasit melakukan simulasi operator tayangan ulang, yang digunakan sebagai pertimbangan dalam keputusan penting seperti gol sah atau tidak, penalti, pelanggaran, dan kesalahan pengidentifikasian.
VAR diharapkan dapat diaplikasikan selama BRI Liga 1 2023/2024 seri championship pada 4-26 Mei mendatang.
Bagikan