JAKARTATERKINI.ID - Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak mengakui sudah terlalu banyak nyawa warga sipil yang hilang di Jalur Gaza.
Pernyataan itu dia sampaikan di tengah seruan internasional untuk gencatan senjata segera di Gaza, di mana serangan Israel telah menewaskan sedikitnya 18.800 warga Palestina dan menyebabkan kehancuran.
Baca juga : Kim Jong Un: 2024 Tahun Penting untuk Persiapan Perang, Aksi Konfrontatif AS dan Korsel Menjadi Biang Keladi
“Jelas sudah terlalu banyak nyawa warga sipil yang hilang dan tak seorang pun ingin melihat konflik ini berlangsung lebih lama dari yang seharusnya,” kata Sunak kepada wartawan di Skotlandia pada Senin.
Meskipun menegaskan posisi Inggris bahwa Israel memiliki hak untuk membela diri, dia mengatakan bahwa Tel Aviv harus mengambil langkah tersebut sesuai hukum kemanusiaan.
“Itulah sebabnya kami konsisten dan saya menyampaikan hal ini di parlemen minggu lalu d alam menyerukan gencatan senjata yang berkelanjutan, dengan membebaskan para sandera, menghentikan penembakan roket ke Israel oleh Hamas, dan kita perlu menyalurkan lebih banyak bantuan," ujar Sunak.
Baca juga : PM Singapura Lee Hsien Loong Mengundurkan Diri pada 15 Mei 2024
Pekan lalu, Sunak sekali lagi menolak seruan gencatan senjata.
"Tak seorang pun ingin melihat konflik ini berlangsung lebih lama dari yang diperlukan. Kami telah konsisten bahwa kami mendukung gencatan senjata yang berkelanjutan, yang artinya Hamas harus berhenti meluncurkan roket ke Israel dan membebaskan semua sandera," kata dia.
Bagikan