JT - Puluhan operator yang terkait dengan armada JakLingko mengeluhkan pembagian kuota armada, khususnya bus kecil yang dioperasikan untuk melayani transportasi masyarakat Jakarta.
Para operator yang tergabung dalam Forum Komunikasi Laskar Biru itu pun mengadukan masalah tersebut kepada Fraksi Demokrat DPRD DKI Jakarta di Gedung DPRD DKI Jakarta pada Rabu.
Baca juga : Posyandu Jakarta Mulai Terapkan Standar Pelayanan Minimal
Salah satu operator dari Koperasi Mikrolet (Komilet) Jaya, Berman Limbong menuturkan bahwa armada yang disediakan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta mencapai 200 unit. Namun, informasi yang didapat dari TransJakarta, jumlahnya hanya 100 unit.
"Jangan sampai ada satu operator mendapatkan kuota hingga 1.400 armada, sementara kita yang berada di penyediaan armada JakLingko hanya dapat 1.300 armada," katanya.
Terlebih, jumlah itu harus dibagi 10 operator. "Ini kan tidak adil," ujar dia dalam keterangannya.
Baca juga : WRI Bantu DLH DKI Cek Kondisi Udara Dengan Memasang Alat Pantau
Menurut dia, kedatangannya ke Fraksi Demokrat DPRD DKI Jakarta tidak dilandasi faktor kecemburuan. Namun para operator berharap profesionalitas para pemangku jabatan.
"Lakukan seleksi sesuai aturan yang ada. Karena jika didasarkan pada audit kinerja, jelas kita selalu unggul," tuturnya.
Bagikan